Obama : Palestina Merdeka dan bertatangga dengan israel, Mimpi disiang bolong ?

1 Februari 2009 pukul 10:44 AM | Ditulis dalam 1 | Tinggalkan komentar

Jakarta – Rakyat Palestna punya harapan untuk merdeka. Presiden AS Barack Hussein Obama berjanji segera bekerja keras untuk mewujudkan perdamaian antara Palestina dan Israel. Obama juga mendukung sebuah negara Palestina merdeka.

“Kita tak akan menunggu sampai akhir pemerintahan saya untuk menciptakan perdamaian antara Palestina dan Israel,” tegas Obama.

Ia yakin dapat menyaksikan negara Palestina yang hidup bertetangga. Palestina yang membebaskan warganya untuk bergerak, yang menjalin perdagangan dengan negara-negara lain, yang memungkinkan terciptanya berbagai kegiatan usaha sehingga rakyatnya memiliki kehidupan yang lebih baik.

Utusan Obama ke Timur Tengah, George Mitchell, melakukan kunjungan ke Mesir, Israel, Tepi Barat, Yordania, dan Arab Saudi. Mitchell merupakan seorang mantan pemimpin Senat, penggagas perdamaian di Irlandia Utara dan penulis laporan penting mengenai perdamaian di Timur Tengah yang dirilis tahun 2001 lalu.

“Saya katakan padanya untuk mulai dengan mendengarkan, karena sering kali Amerika Serikat mulai dengan mendikte,” kata Obama.

Yang terpenting dari semua pembicaraan dan perbincangan ini adalah: akankah nasib anak-anak di wilayah Palestina menjadi lebih baik? Apakah mereka memiliki masa depan? Apakah anak-anak di Israel dapat merasa yakin akan keselamatan dan keamanan mereka?

“Apabila kita bisa terus memfokuskan diri untuk memperbaiki nasib mereka dan menatap ke depan, bukan sekedar merenungi semua konflik dan tragedi yang terjadi di masa lalu, saya yakin kita memiliki kesempatan untuk membuat perubahan yang nyata,” kata Obama.

Para analis menyatakan, untuk membangun kembali proses perdamaian akan membutuhkan waktu dan kerja sama diplomatik yang erat dengan Rusia, Uni Eropa dan PBB. Selain itu, juga kesediaan untuk duduk bersama para pemimpin Arab dan memikirkan tantangan-tantangan lebih luas yang dihadapi Timur Tengah.

Mustahil bagi AS jika hanya fokus pada masalah konflik Palestina-Israel tanpa melihat apa yang tengah terjadi di Suriah, Iran, Lebanon, Afganistan atau Pakistan. “Semua hal ini saling berkaitan,” kata Obama.

Amerika, kata Obama, ingin mendengarkan dan tak ingin mendikte seperti di masa lalu. AS akan mengenyampingkan prasangka yang telah lama ada dan terbentuk selama beberapa tahun belakangan ini.

Obama juga berkata bahwa Amerika Serikat harus bersedia berbicara dengan Iran. Iran dan Suriah adalah dua negara yang sudah lama bersahabat. Sikap keakraban mereka sering ditunjukkan pada sidang-sidang KTT Liga Arab maupun dalam pertemuan-pertemuan darurat para pemimipin Arab untuk mengatasi krisis di Jalur Gaza. Karakter dan sikap kedua negara tersebut sangat anti-Barat, khususnya AS. Begitu juga AS, sangat anti-Suriah dan Iran.

Berbeda dengan arah kebijakan pemimpin Mesir dan Arab Saudi yang selalu berada di balik bayang-bayang Washington, Presiden Suriah, Bashar al-Assad dan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad telah bersepakat untuk menjalin kerja sama yang sangat erat untuk meredam langkah AS dan Israel di Timur Tengah. Kedua negara ini dituding AS selalu berada di balik perlawanan Irak, Lebanon, dan Hamas

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: