Diajak Maulid, Eh Malah Kampanye PD, Money Politik PD

20 Maret 2009 pukul 6:03 PM | Ditulis dalam 1 | Tinggalkan komentar

Inilah.COM Jakarta – Di balik kampanye Partai Demokrat yang dihadiri SBY di Gelora Bung Karno, ternyata diwarnai janji pemberian uang dan tipu caleg Partai. Beberapa warga justru datang bertujuan untuk Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Dari rumah saya dijanjikan uang Rp 30 ribu, dikasih makan satu kali dan kaos Demokrat. Tapi, uangnya belum dikasikan saya. Baru kaos dan nasi bungkus,” kata seorang peserta kampanye, Minah Sopiah saat berbincang dengan INILAH.COM di samping panggung di sela-sela kampanye Partai Demokrat di lapangan utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (20/3).

Ibu dua anak itu menjelaskan, bahwa yang menjanjikan uang, kaos dan 1 kali makan adalah caleg Partai Demokrat di Petamburan, Jakarta Barat. Dirinya dan rombongan difasilitasi bus yang menunggu seharian.

“Saya datang bersama rombongan satu bus, mereka juga dijanjikan sama dengan saya,” kata Minah sambil memayungi diri dan 2 orang anaknya dengan sebuah kardus mie instan dari sengatan matahari yang berada tepat ditengah kepala sambil mendengarkan grup band Ungu bernyanyi.

Minah yang mengenakan kaos kampanye dan bercelana pendek mengajak 2 anaknya yang berumur 5 dan 7 tahun.

Senada Minah, Dadang Sutisna warga asal Karet, Semanggi, sejak pukul 10.00 WIB, dirinya sudah tiba di Gelora Bung Karno dengan membawa beberapa batang bambu dan diikat dengan bendera Demokrat. Tapi tidak memakai kaos partai.

“Saya dijanjikan uang Rp 10 ribu dan makan siang sama caleg Demokrat Karet, tapi saya malah kehabisan makanan,” pungkasnya tanpa memberitahu nama caleg yang dia maksud.

“Uangnya juga belum saya terima. Teman-teman saya juga belum,” keluhnya.

Hal senasib juga dialami ibu Irma, bahkan lebih buruk lagi. Dia malahan tidak tahu kalau hari ini adalah waktunya kampanye Partai Demokrat di Senayan. “Saya cuma diajak tetangga saya, katanya mau Maulid Nabi Muhammad di Senayan. Ternyata sampai disini malah ikut kampanye Pak SBY,” kata Irma warga Tanjung Duren yang memakai jilbab dan baju terusan serba putih.

Ibu yang tidak membawa anak ini merasa dibohongi. Dia mengaku, rasa kesal sedikit berkurang ketika tetangga yang mengajaknya memberikan nasi bungkus. Dia bersama 30 orang tetangga yang memakai baju serba putih.

“Untung dikasih nasi bungkus, kalau tidak saya makin kesal,” cetusnya

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: