Siapa yang bayar abdul Hadi yah ? di Cari !! ..

21 Maret 2009 pukul 10:22 AM | Ditulis dalam 1 | Tinggalkan komentar

Jika melihat tuduhan yang disampaikan oleh Abdul Hadi Djamal terhadap Rama Pratama apalagi menyebut nama PKS di depan wartawan jelas ini sebuah kampanye negatif bagi PKS. KPK harus berusaha mengungkap benar tidaknya keterlibatan rama sebelum pemilu 9 April karena ini jelas akan merugikan PKS dan Rama Pratama selaku caleg.

Pernyataan itu jelas tedensius jika memang dana stimulus itu dibahas dalam mekanisme dewan. Kenapa tidak disebut dari Golkar yang jelas-jelas anggota di komisi V jumlahnya paling banyak? Atau supaya kelihatan ramai-ramai dan bukan PAN saja yang terlibat maka nama-nama itu dikeluarkan.

Hal ini terjadi karena hukuman terhadap pencemaran nama baik tidak berat, padahal yang dibunuh adalah karakter seseorang, dan dalam kasus Rama Pratama yang dibunuh juga karakter partai sebersih dan sebesar PKS. PKS menurut penilaian saya adalah investasi berharga bagi bangsa ini, tetapi kemunculannya dan perkembangannya selalu tidak diinginkan oleh mereka yang masih ingin menikmati gelimang korupsi.

Pertanyaannya siapa yang membayar Abdul Hadi Djamal? Logikanya sederhana untuk menjelaskan bahwa pernyataan Abdul Hadi Djamal itu memiliki nilai ekonomis. Pertama Abdul Hadi jelas akan sulit lolos dari jeratan hukum artinya dia akan dipenjara dalam kurun waktu tertentu.

Jika melihat kasus korupsi yang melibatkan anggota dewan yang lain maka minimal 4 tahun penjara (Bulyan royan (PBR) divonis 6 tahun penjara). Dalam waktu ini jelas ekonomi keluarga harus terjamin maka perlu ada cost pengganti.

Kedua dalam posisi mendekati hari pelaksanaan pemilu banyak pihak yang tidak ingin PKS menjadi besar. PKS menjadi partai menengah saja movenya sangat menetukan siapa yang ingin terpilih menjadi presiden, apalagi kalau dia tumbuh menjadi partai besar.

Menurut pandangan saya PAN harus mengantisipasi perpindahan suara konstituennya setelah Abdul Hadi Djamal tertangkap KPK. Suara PAN kemungkinan akan lari ke PKS atau PMB, makanya PKS harus didemarketing. Sebut nama dulu toh proses hukumnya lama, jadi rakyat tahunya PKS terlibat meskipun nanti tidak terbukti tetapi waktunya sudah melewati pemilu.

Dari dua logika sederhana itu kira-kira kita bisa menebak siapa di belakang Abdul Hadi Djamal dan kenapa pernyataan itu keluar. Lalu apa yang harus dilakukan Rama Pratama dan PKS.

Meraka harus memberikan penjelasan kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat Indonesia secara umum. Jika saya menyaksikan klarifikasi Rama dan PKS masih menggunakan bahasa yang hanya dimengerti oleh masyarakat yang memiliki pendidikan tinggi. Untuk masyarakat bawah saya kira akan kurang paham dengan istilah-istilah seperti stimulus fiscal dan hak budget. Penggunaan ilustrasi sederhana perlu digunakan untuk penjelasan ke masyarakat bawah.

Semoga kasus ini bisa cepat jelas terkuak, dan kita akan menyaksikan siapa yang menfitnah dan difitnah.

Divi Lisa, divi_cu@yahoo.com

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: