36 Strategi PKS Ala Sun Tzu

2 April 2009 pukul 8:51 PM | Ditulis dalam 1 | 1 Komentar

‘PKS Pakai Strategi Bermuka Dua’ demikian judul salah satu tulisan di INILAH.COM mengomentari pergerakan PKS yang semakin lincah mendekati hari H pemilu 2009.

Saya kira kalau hanya menggunakan dua strategi PKS tidak akan ‘memenangkan’ percaturan politik yang makin rumit. Sebagai partai yang terkenal punya SDM yang handal dan cerdas, pasti PKS sudah belajar tentang beragam strategi ‘memenangkan pertempuran’.

Salah satu referensinya adalah bukunya Sun Tzu Art of War. Di dalam buku yang juga menjadi bahan diskusi kajian para kader PKS terungkap ada 36 strategi dalam sejarah perang di daratan Tiongkok. Strategi Sun Tzu bahkan menjadi referensi utama para manajer tingkat dunia. Tidak heran kalau dengan belajar teori Sun Tzu maneuver PKS sering tak terduga dan bikin heboh dunia perpolitikan negeri ini.

“Hikmah adalah barang berharga kaum mukmin yang hilang. Dimana saja ia menemukannya, ia lebih berhak terhadapnya,” sabda Nabi ini menjadi rujukan para kader PKS untuk tidak sungkan menimba ilmu dari siapa saja.

Namun bermacamnya strategi PKS satu yang menjadi kuncinya adalah tujuan tidak menghalalkan segala cara. “PKS tidak berubah, tetap sebagai partai dakwah. PKS tidak membebani gerakan dakwah dengan korupsi, kolusi dan nepotisme,” demikian penegasan Hilmi Aminuddin Ketua Majelis Syuro PKS pada kampanye PKS di Senayan (Senin, 30/3).

Berbeda dengan politisi yang ngotot menang dengan hanya membuat strategi tunggal. Saya bahkan pernah menyaksikan dialog di layar tivi, seorang politisi PDIP ditanya moderator kalau seandainya suara PDIP anjlok apa Megawati tetap dimajukan sebagai capres? Jawabannya, “Bagi kami tidak ada kalau-kalau yang ada hanya plan A: Megawati harga mati capres titik.”

Jadi kalau sekarang PKS menggelontorkan jurus-jurusnya itu karena strategi PKS memang beraneka ragam dan bukti kalau PKS siap membangun kebersamaan demi negeri tercinta. Walaupun bagi rival-rival politik dan pihak ABS (Asal Bukan pkS) yang kebakaran jenggot,strategi ini dicibir sebagai inkonsistensi, tidak pede, dan tuduhan beraroma phobia jauh dari rasional apalagi ilmiah.

Yasmin Filistin, yasminfilistin@yahoo.co.id

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. salam dari bandung

    asal jangan stress, eee larinya kepanti pijit bisa celaka sob (pasti tidak ada dalam strategi sun tzu )

    Doa politik kaum jelata

    Tuhan
    Orang-orang tak lagi percaya keadilan
    di negeri ini karena tiap hari di suguhi kerak nasi

    Tuhan
    tiap tahun kami membayar pajak tapi orang miskin, anak terlantar, dan pelacuran makin
    subur di negeri ini.

    Tuhan
    Betapa naifnya hidup di negeri ini, kami rakyat kecil diajak berhebat, tidak korupsi, jujur, mencintai negeri ini dengan segenap jiwa dan raga, mencintai produk dalam negeri seperti pesan “penghibur rakyat” di iklan politiknya di TV.

    Tapi, mereka tertidur seperti bayi, ada yang sibuk ber sms, menelpon diasaat rapat memperjuangkan hak-hak kami sebagai rakyat di parlemen dan lebih kejam lagi mereka menghambur-hamburkan pajak yang kami bayar, mereka pergunakan ke panti pijit dengan alasan merilekskan pikiran, main perempuan (mungkin karena istrinya sudah tua dan sibuk arisan), dan bermain judi.

    Tuhan
    Ada juga yang nekat jadi calo/broker misalnya calo politik, calo proyek, calo bencana, calo pemekaran wilayah seperti berita di Koran, apa gaji mereka tidak cukup sampai mereka begitu kejam melakukan hal tersebut. Padahal di negeri ini banyak sarjana menganggur dan relah bekerja apa saja karena susah dapat pekerjaan.

    Tuhan
    Penguasa di negeri kami memang tidak semua suka berbuat keji dan hina, tapi kami tidak punya kuasa untuk menandai wajah mereka, mana yang baik dan buruk

    Tuhan
    Kalau Engkau tidak memberi kami petunjuk untuk membedahkan mana pemimpin yang hanya pandai menjual kecap dan mana yang tulus, jangan salahkan kami, kalau terpaksa kami menantang fatwa MUI untuk golput

    http://esaifoto.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: