Ternyata Hanya PKS Tempat semua Golongan, ada NU, Muhammadiyah, Persis, de el el..

8 Mei 2009 pukul 4:36 PM | Ditulis dalam 1 | Tinggalkan komentar

Suhu politik akhir-akhir ini mulai memanas. Di layar telivisi setiap hari kita melihat para petinggi parpol, terutama yang menduduki posisi sepuluh besar, sangat gencar melakukan manuver politik. Tetapi sampai saat ini baru satu pasangan yang berani mendeklarasikan diri, yaitu Golkar dan Hanura. Calon pasangan capres dan cawapres lainnya masih saling mengintip. Mengapa?

Tetapi berdasarkan hasil perolehan suara partai kemungkinan ada tiga calon presiden dan wakil presiden. Selain JK-Wiranto, dari Demokrat sudah pasti SBY dan dari PDIP pasti Megawati. Yang menarik kedua calon presiden yang disebut terkahir hingga kini masih sulit mendapatkan pasangan mereka masing-masing.

Kalau kita lihat dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai hamper 220 juta jiwa, hampir 88% di antaranya adalah beragama Islam. Jadi besar kemungkinan ketiga calon presiden tersebut mengambil wakil dari partai

Islam. Sebab suara umat Islam sangat menentukan dalam Pilpres 2009 nanti.

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan umat Islam terkotak dalam

sebuah organisasi ataupun golongan, tetapi mereka mempunyai tujuan yang sama. Di antara ormas Islam terbesar yang ada di Indonesia adalah NU, Muhammadiyah, Persis, DDII, dan lainnya.

Dan yang menarik NU dan Muhammadiyah ini mempunyai Parpol yang berbasis massa NU dan Muhammadiyah. NU memiliki PPP, PKB (masuk 10 besar), PKNU, dan PNUI. Sedangkan Muhammadiyah memiliki PAN (masuk 10 besar) dan PMB.

Jadi jika SBY memilih salah satu dari parpol di atas berarti yang lain tidak merasa terwakili. Sangat beda bila dibandingkan dengan jika SBY memilih wakil dari PKS. Sebab di dalam tubuh PKS banyak unsur yang masuk. Ada individu NU, Muhammadiyah, Persis, maupun ormas Islam yang lain. Di mana individu tersebut mempunyai tujuan yang sama, yaitu ukhuwah islamiyah.

Selain itu, sampai saat ini di dalam tubuh PKS tidak pernah kita jumpai yang namanya perpecahan. Semua kondusif dan taat pada aturan partai. Seharusnya SBY atau Megawati memilih PKS untuk dijadikan calon wakil presiden. Sebab PKS sudah terbukti partai yang peduli, bersih, dan profesional.

Tetapi apakah kedua calon tersebut berani memilih wakil dari PKS? Sebab sangat besar risiko bagi mereka, jika wakil yang mereka pilih dari PKS. Di antaranya risiko yang paling besar adalah risiko tidak dapat korupsi. Tapi kita tunggu siapa yang mereka pilih. Jika PKS yang dipilih, maka itulah presiden yang benar-benar memiliki komitmen antikorupsi.

Arif Gunawan

arif_wny@telkom.net

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: