Wah, Setan Tasmania Terancam Punah

23 Mei 2009 pukul 10:37 AM | Ditulis dalam 1 | 3 Komentar

INILAH.COM, Jakarta- Sungguh disayangkan Setan Tasmania terancam punah. Spesies yang juga populer karena menjadi karakter film ini, merupakan binatang asli yang menjadi ciri khas Australia.

Setan Tasmania (Tasmanian Devil) salah satu dan marsupial karnivora terbesar yang bertahan hidup, akan dimasukkan ke dalam daftar hewan yang terancam punah, demikian pengumuman Menteri Lingkungan Hidup Peter Garret.

“Keputusan saya untuk menaikkan daftar Setan Tasmania dilandasi atas saran dari Komite Ilmu Pengetahuan Spesies Terancam, yang mendaftarkan Penyakit Tumor Muka Setan sebagai ancaman utama terhadap hewan tersebut,” kata Garret sebagaimana dilaporkan kantor berita China, Xinhua.

Garret mengatakan, “Penyakit ini telah mengakibatkan kemerosotan sebanyak 70 persen populasi Setan Tasmania sejak penyakit itu pertama kali ditemukan pada 1996.”

“Ini akan membantu penelitian mengenai penyebaran penyakit dan perawatan, dan akan mendukung populasi hewan liar dan peliharaan,” katanya.

Setan Tasmania (Sarcophilus harrisii), juga disebut dalam bahasa Inggris Tasmanian Devil adalah binatang marsupial karnivora yang kini hanya terdapat di negara bagian pulau Tasmania di Australia.

Setan Tasmania adalah satu-satunya anggota keluarga Sarcophilus yang masih hidup. Ukuran binatang itu sama dengan tubuh anjing kecil, tetapi badannya kekar dan berotot.

Binatang tersebut dicirikan oleh warna bulunya yang hitam, baunya yang kuat bila sedang ketakutan, suaranya yang sangat keras dan mengganggu, dan sifatnya yang berbahaya bila sedang mengasuh anak-anaknya.

Setan Tasmania dikenal sebagai binatang pemburu dan memakan sisa-sisa binatang lain. Meskipun biasanya hidup soliter, kadang-kadang hewan itu makan bersama dengan Setan Tasmania lain.

Setan Tasmania menjadi musnah di daratan benua Australia sekitar 400 tahun sebelum munculnya pemukiman bangsa Eropa pada 1788.

Karena dianggap sebagai ancaman terhadap ternak sapi di Tasmania, Setan Tasmania diburu hingga 1941, ketika hewan tersebut secara resmi dilindungi.

Sejak akhir 1990-an penyakit Tumor Muka Setan Tasmania telah mengurangi populasinya secara drastis dan kini mengancam kelangsungan hidup spesies tersebut.

Saat ini berbagai program dilakukan oleh pemerintah Tasmania untuk mengurangi dampak penyakit itu.

Menurut Wikipedia Naturalis George Harris menulis deskripsi pertama yang diterbitkan tentang Setan Tasmania pada 1807, dan menamainya Didelphis ursina. Pada 1838 nama binatang itu diganti menjadi Dasyurus laniarius oleh Richard Owen, dan belakangan dipindahkan ke genus Sarcophilus pada 1841 dan dinamai Sarcophilus harrisii, atau “Pencinta daging Harris”, oleh Pierre Boitard.

Revisi yang belakangan dari taksnonomi setan tersebut, yang diterbitkan pada 1987, berusaha mengubah nama spesiesnya menjadi Sarcophilus laniarius berdasarkan catatan-catatan fosil di daratan utama Australia yang menunjukkan hanya beberapa ekor saja.

Namun, upaya itu tidak diterima oleh komunitas taksonomi pada umumnya dan nama S. harrisii tetap dipertahankan sementara S. laniarius dipindahkan ke spesies fosilnya.

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Still tazmanian devil, dont changes by the new comers

  2. Stiil tazmanian devil, dont change by the nwe comers

  3. Still tazmanian devil, dont change by the new comers


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: