KCB Cetak Rekor Baru Dunia Perfilman Nasional, Bahkan sejarah baru hanya di minggu perdana, telah di tonton 1 juta penonton ..

20 Juni 2009 pukul 8:39 AM | Ditulis dalam 1 | Tinggalkan komentar

Film ini kembali menghebohkan karena telah menyedot hampir 1 juta penonton. Angka yang belum pernah dicetak oleh satu film nasional pun di minggu perdana pemutarannya.

Selain menjadi satu-satunya film asing yang berhasil syuting di Universitas Al Azhar Kairo dan menjadi satu-satunya film nasional dengan pemberitaan terpanjang selama setahun ke belakang, Mega Film Ketika Cinta Bertasbih sejak ditayangkan 11 Juni lalu, hingga Selasa,16/06, film ini kembali menghebohkan karena telah menyedot hampir 1 juta penonton. Angka yang belum pernah dicetak oleh satu film nasional pun di minggu perdana pemutarannya!Salah seorang staf humas Sinemart Pictures, Andrian Wibowo menuturkan. Hari pertamanya pun sebenarnya sudah menunjukkan antusisme masyarakat utk menonton. Jam 1 siang tanggal 11 Juni kami mendapatkan kabar di Samarinda tiket habis utk semua pertunjukkan sampai malam harinya. Begitu juga kabar yang kami dapat dari Makassar, Pekan Baru, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, dan bioskop-bioskop di Jabodetabek. Yang kemudian tercatat total penonton KCB di hari pertamanya mencapai angka 115 ribu.

“Alhamdulillah merupakan sejarah baru bagi perfilman Indonesia, dimana angka tersebut merupakan angka terbesar yang pernah dicapai Film Indonesia untuk jumlah penonton di hari pertama,” tuturnya antisias.

Untuk mengakomodir penonton yang membeludak, film Pembangun Jiwa ini kemudian ditayangkan dalam 2 sampai 3 studio di banyak bioskop di tanah air, antara lain Blok M Plaza, Lippo Karawaci, Pondok Indah, Slipi Jaya, Arion, Ciwalk Bandung, Galaxy, Jatos, dll. (www.21cineplex.com).

Tercatat sampai hari ini, di Makassar, Samarinda, Pekanbaru, Yogya, Semarang, Bandung, dan Jakarta tiket film yang berlokasi syuting di Mesir ini telah ludes terjual untuk seluruh jam tayang! Di Pekalongan, 20 orang santri sampai menginap di mobil, di depan Mesjid Baiturrahman sampai akhirnya dibantu petugas bioskop untuk mendapatkan tiket. Beberapa ustad juga menyewa bus dan menempuh perjalanan 3.5 jam untuk mencapai bioskop terdekat di Semarang, itu pun mereka harus menunggu karena kehabisan tiket !

Bagi para penikmat novelnya, penampilan 5 bintang baru yang mendekati karakter di novelnya, ditambah sang penulis-Habiburrahman El Shirazy di film ini membuat magnet tersendiri untuk bertandang ke bioskop! Sedangkan bagi penonton yang belum membaca novelnya, ketertarikan mereka berawal dari maraknya pemberitaan mengenai Ketika Cinta Bertasbih di begitu banyak media. Dari mulai perjalanan syuting, profil bintang KCB dan kegiatan lain yang terbilang cukup unik sebagai pendekatan sebuah film dalam menjangkau calon penontonnya.

Memasuki minggu kedua pemutarannya, cerita Mega Film Ketika Cinta Bertasbih mulai memadati dunia maya dengan beragam kometar, opini dan kesan dari para penontonnya. Tidak menunggu redanya demam KCB di pelosok tanah air, pihak Sinemart Pictures sudah ancang-ancang untuk memberi kejutan istimewa bagi para penonton KCB. Apakah gerangan?

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: