Keadaan Iblis di Neraka

19 Desember 2009 pukul 8:56 AM | Ditulis dalam 1, Hadist Pilihan, Nashaihul Ibad, Tarbiyah, Tokoh Islam | 3 Komentar
AssalamualaikumUstadz yang dirahmati Allah,

Saya mau bertanya, jika iblis diciptakan dari api, lalu mengapa dia juga ditempatkan di neraka yang terbuat dari api yang panas?

Jazakumullah ustadz atas jawabannya

Gustri Eni Putri

Jawaban


Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Gusti Eni yang dimuliakan Allah swt

Telah diketahui bahwa Allah swt menciptakan iblis dan jin dari api, sebagaimana disebutkan didalam firman-Nya yang menceritakan tentang iblis :

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلاَّ تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَاْ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ
Artinya : “Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS. Al A’raf : 12)
Artinya : “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al Hijr : 27)

Telah diketahui bahwa Allah swt akan mengadzab iblis dan orang-orang yang bersamanya dengan api neraka, sebagaimana firman-Nya :

لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنْهُمْ أَجْمَعِينَ
Artinya : “Sesungguhnya aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.” (QS. Shaad : 85)

Telah diketahui pula bahwa adzab tersebut amatlah pedih sehingga merasuk kedalam tubuh. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan antara tabiat jasad dengan bahan yang digunakan untuk mengadzab. Lantas bagaimana setan merasakan adzab neraka padahal tabiatnya tidaklah berbeda dengan tabiat dzat tersebut karena ia adalah makhluk yang diciptakan dari api ?

Maka jawabannya adalah sebagai berikut :

1. Bahwa Allah swt Maha Mampu untuk merubah tabiat setan sehingga bisa merasakan adzab api neraka. Bukankah terkadang setan merubah bentuknya dengan bentuk-bentuk yang tidak seperti tabiatnya, terkadang dia tinggal di suatu tempat, tidur, duduk, mengenakan pakaian-pakaian yang tidak disebutkan nama Allah didalamnya. Ia terkadang menempati rumah-rumah yang tidak disebutkan nama Allah didalamnya ketika para pemiliknya memasuki rumah-rumah mereka, sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai hadits Rasul saw namun demikian benda-benda tersebut tidaklah terbakar meskipun bersentuhan dengan setan itu. Disebutkan didalam beberapa riwayat bahwa setan pernah berupaya memalingkan Nabi saw disaat shalatnya, setan itu ingin merusak shalat beliau maka Nabi pun mencekiknya dan tangan beliau saw merasakan dinginnya lidah setan itu. Seandainya setan tetap seperti tabiatnya yang berasal dari api maka ia pasti membakar tangan Rasul saw yang telah menyentuhnya. Nabi Adam as telah diciptakan dari tanah namun dirinya telah dijadikan memiliki berbagai kehususan yang tidak seperti kekhususan sebuah tanah selama ruhnya masih berada didalam tubuhnya. Tidak mungkin pada tubuh manusia ditanam sebuah pohon sebagaimana pohon itu ditanam pada sebidang tanah.

2. Boleh saja bagi Allah swt untuk menjadikan dari jenis api satu jenis lainnya yang lebih kuat dari api yang dipakai untuk menciptakan iblis sehingga dia merasakan adzab api tersebut apabila dirinya dimasukkan kedalamnya. Api itu sendiri memiliki tingkatan yang sebagiannya lebih panas dari sebagian lainnya.

3. Tidak semua adzab yang ada di neraka adalah api yang membakar tubuh dan memberikan kepedihan kepadanya namun ada adzab berupa ular-ular, kalajengking-kalajengking, cambuk-cambuk dari besi yang dipukulkan kepada mereka yang diadzab, didalamnya juga terdapat rantai-rantai panjang dan belenggu-belenggu serta pohon zaqqum, sebagaimana firman Allah swt :
Artinya : “Sesungguhnya pohon zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang Amat panas.” (QS. Ad Dukhan : 43 – 46)

إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ ﴿٦٤﴾
طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُؤُوسُ الشَّيَاطِينِ ﴿٦٥﴾
فَإِنَّهُمْ لَآكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِؤُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ ﴿٦٦﴾
Artinya : ‘Sesungguhnya Dia adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala, mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. Maka Sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, Maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.” (QS. Ash Shafat : 64 – 66)
Artinya : “Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.” (QS. Ash Shafat : 6 – 7)

Jadi bentuk-bentuk adzab itu adalah bermacam-macam sehingga boleh saja bagi Allah swt untuk menimpakan diantara macam-macam itu kepada setan untuk mengadzabnya karena aturan-aturan yang berlaku di akherat berbeda dengan aturan-aturan yang berlaku di dunia. Dan selama Allah swt memutuskan untuk mengadzab setan maka adzab itu akan menimpa mereka dengan cara yang diinginkan-Nya swt.

Yang terpenting bagi kita adalah berupaya agar tidak termasuk kedalam orang-orang yang membantu setan-setan itu. (fatawa al Azhar juz VIII hal 284)

Wallahu A’lam

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. jazakalloh khoer akhi atas penjelasannya.was

  2. Saya pernah baca sebuah Cerita seorang Anak Muda yg tidak mempercayai akan adanya Allah SWT, dkarenakan salah satu anggapannya bahwa dia tidak percaya “Setan yang terbuat dari api kok malah diazab dengan Neraka yang bahannya juga dari api yang sejenis” pasti Setan tidak akan merasakan panas atau kesakitan karena sama-sama Sejenis dari Api.

    Maka dia menantang sapa yang bisa menjawab anggapannya itu, apabila jawabannya itu memuaskan maka dia baru akan meyakinanin akan kebenaran Allah SWT. Hingga suatu saat dia bertemu kepada seorang Kiyai. Ketika dia mengajukan pertanyaan seperti itu maka Sang Kiyai langsung menampar muka/pipi anak Muda itu.

    Seraya menahan kesakitan kemudian anak muda itu balik bertanya kepada Kiyai itu, “Loh kok Kiyai malah menampar Saya, bukannya menjawab pertanyaan Saya itu?”

    Maka Sang Kiyai langsung berkata, “Tamparan itu adalah Jawaban atas pertanyaan anda anak muda”.
    “Sekarang apa yang kamu rasakan?” seru Sang Kiyai. “Sakit dunk Kiyai” ujar Anak muda itu.

    “Pipi/Muka kamu terbuat dari apa?” Tanya Sang Kiyai.
    “Dari Daging” Jawab Anak Muda itu.
    “Terus Tangan Saya Terbuat dari apa?” Tanya Sang Kiyai kembali.
    “Dari Daging juga” Jawab Anak muda itu lagi.
    “Terus apa yang kamu Rasakan?” Kiyai balik bertanya.
    “Sakit” jawab Anak muda itu.
    “Nah, Itulah jawabannya, kata siapa kalau bahannya sejenis bakalan tidak merasakan kesakitan. Sesungguhnya Allah SWT Maha Besar.” Ujar Sang Kiyai.

    Begitulah ceritanya kurang lebihnya. ^__^ semoga bermanfaat.

    _khairil_

  3. Ass ust saya risa saya mau menanya .dajjal itu seperti apa dan tingal nya di mana rupa nya seperti apa dan tanda tanda ke munculan nya apa. Mksh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: