Manhaj Dakwah

Ikhwanul Muslimin Logo

Ikhwanul Muslimin Logo

Pemikiran

Ikhwanul Muslimin merupakan sebuah organisasi Islam berlandaskan ajaran Islam. Ia merupakan salah satu jamaah dari beberapa jamaah yang ada pada umat Islam, yang memandang bahwa Islam adalah dien yang universal dan menyeluruh, bukan hanya sekedar agama yang mengurusi ibadah ritual saja. Tujuan Ikhwanul Muslimin adalah mewujudkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam. Ikhwanul Muslimin menolak segala bentuk penjajahan dan monarki yang pro-Barat.

Kredo

Ikhwanul Muslimin memiliki kredo berupa:

  1. Allah tujuan kami
  2. Rasulullah teladan kami
  3. Al-Qur’an landasan hukum kami
  4. Jihad jalan kami
  5. Mati syahid cita-cita kami yang tertinggi

Walaupun begitu, Ikhwanul Muslimin tetap mengikuti perkembangan teknologi dan tidak meninggalkannya. Sebagai organisasi Islam moderat, Ikhwanul Muslimin diterima oleh segala lapisan dan pergerakan. Ikhwanul Muslimin menekankan adaptasi Islam terhadap era globalisasi, bukan berarti umat Islam turut terseret dalam era globalisasi. Ikhwanul Muslimin mengadopsi sebagian besar ajaran Da’wah Salafiyyah.

Pimpinan

Pimpinan Ikhwanul Muslimin disebut Mursyid ‘Am atau Sekretaris Jenderal. Adapun tugas dari Mursyid ‘Am adalah untuk mengatur organisasi Ikhwanul Muslimin di seluruh dunia. Berikut ini adalah daftar Mursyid ‘Am yang pernah memimpin Ikhwanul Muslimin:

  • Hassan al-Banna (حسن البنا)
  • Hassan al-Hudhaibi (حسن الهضيبي)
  • Umar Tilmisani (عمر التلمساني)
  • Muhammad Hamid Abu Nasr (محمد حامد أبو النصر)
  • Mustafa Masyhur (مصطفى مشهور)
  • Ma’mun al-Hudhaibi (مأمون الهضيبي)
  • Muhammad Mahdi ‘Akif (محمد المهدى عاكف)

Ikhwanul Muslimin di Indonesia

Ikhwanul Muslimin masuk ke Indonesia melalui jamaah haji dan kaum pendatang Arab sekitar tahun 1930. Pada zaman kemerdekaan, Agus Salim pergi ke Mesir dan mencari dukungan kemerdekaan. Waktu itu, Agus Salim menyempatkan untuk bertemu kepada sejumlah delegasi Indonesia, termasuk Agus Salim.

Ikhwanul Muslimin memiliki peran penting dalam proses kemerdekaan Republik Indonesia. Atas desakan Ikhwanul Muslimin, negara Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia, setelah dijajah oleh Belanda. Dengan demikian, lengkaplah syarat-syarat sebuah negara berdaulat bagi Republik Indonesia. Ikhwanul Muslimin kemudian semakin berkembang di Indonesia setelah Muhammad Natsir mendirikan partai yang memakai ajaran Ikhwanul Muslimin, yaitu Partai Masyumi.

Partai Masyumi kemudian dibredel oleh Soekarno dan dilarang keberadaannya. Kemudian pada Pemilu tahun 1999 berdiri partai yang menggunakan nama Masyumi, yaitu Partai Masyumi Baru dan Partai Politik Islam Indonesia Masyumi (PPII Masyumi). Selain itu berdiri juga Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan (PK) yang sebelumnya banyak dikenal dengan jamaah atau kelompok Tarbiyah. PBB mendeklarasikan partainya sebagai keluarga besar pendukung Masyumi. Sedangkan menurut Yusuf Qardhawi, Partai Keadilan (kini berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera atau PKS) merupakan perpanjangan tangan dari gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir yang mewadahi komunitas terbaik kalangan muda intelektual yang sadar akan agama, negeri, dunia, dan zamannya. Namun tulisan ulama yang kini bermukim di Qatar itu belum pernah mendapat konfirmasi dari para pengurus DPP PKS. Jika dilihat dari Piagam Deklarasi PKS dan AD/ART PKS, PKS tidak pernah menyebutkan hubungannya dengan Ikhwanul Muslimin.

Selain partai-partai di atas, ada juga ormas Islam di Indonesia yang terinspirasi dari Ikhwanul Muslimin ini, paling tidak itu terlihat dari nama ormas tersebut. Ormas yang dimaksud, antara lain adalah Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) yang berafiliasi ke PPP, dan Ikhwanul Muslimin Indonesia (IMI). Parmusi saat ini diketuai oleh Bachtiar Chamsyah. Sedangkan IMI yang dideklarasikan di Depok pada tahun 2001, diketuai oleh Habib Husein Al Habsyi[16].

Lalu pada Pemilu tahun 2004, Partai Masyumi Baru dan PPII Masyumi tidak dapat mengikuti pemilu lagi karena tidak lolos electoral threshold. Partai Masyumi Baru bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). PBB masih dapat terus mengikuti pemilu. Sedangkan PK mengikuti Pemilu 2004 setelah berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Setelah pemilu 2004, PBB terancam tidak dapat mengikuti pemilu 2009 karena tidak lolos electoral threshold. Sedangkan PKS dan PPP masih dapat terus mengikuti pemilu 2009 karena lolos electoral threshold.

Jadi secara umum, Ikhwanul Muslimin cukup banyak memberikan inspirasi pada organisasi-organisasi di Indonesia. Namun tidak jelas mana yang benar-benar berhubungan secara resmi dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Jika diringkas, organisasi di Indonesia yang terinspirasi dari Ikhwanul Muslimin antara lain:

  1. Partai Masyumi
  2. Partai Masyumi Baru (1998)
  3. Partai Politik Islam Indonesia Masyumi (1998)
  4. Persaudaraan Muslimin Indonesia
  5. Partai Bulan Bintang (1998)
  6. Partai Keadilan (1998)
  7. Ikhwanul Muslimin Indonesia (2001)
  8. Partai Keadilan Sejahtera (2002)

Maroji : sekarw.blogspot.com

1. Mengenal Ikhwanul Muslim

2. Sasaran dan Kareteristik Dawkah Ikhwan

3. Ikhwan Saling Melengkapi dalam Membangun

4. Ikhwan Bertahap dalam Melangkah

5. Sasaran dakwah Ikhwan

6. Aqidah dan Fiqh Ikhwan

7. Taqlid dalam Pandangan Para Imam Mahzab

8. Prinsip ijtihad dan taqlid menurut Ikhwan

9. Hujatan terhadap Al Akh Hasan Al Bana

10. Manhaj Aqidah dalam Dakwah IM

11. Sikap Ikhwan terhadap Ummat

12. Ikhwan dan Masalah kaun Wanita

13. Ikhwan dalam Jihad Politik dan Partai / Hizby

14. Sosok Rijalud Dakwah

15. Prinsip Prinsip Dakwah Ikhwan

16. Tuduhan Dan Jawaban terhadap Tokoh Ikhwan

17. Penejelasan Umum Mengenai Jalan Ini

Jawaban & Penjelasan Umum Mengenai Jalan Ini “Dakwah Ikhwan”

Siapa di antara kalian yang ingin cepat memetik buah sebelum masak atau hendak memetik hasil sebelum masanya, maka aku tidak bersama dengannya sama sekali dan lebih baik baginya meninggalkan dakwah ini dan carilah dakwah yang lain.

(Dari Buku Thariqud Dakwah (Jalan Dakwah) oleh Syaikh Mustafa Masyhur)

bagian satu

Dakwah Ikhwanul Muslimin merupakan satu suara dakwah dari seri dakwah dan seruan Rasullah s.a.w. yang pertama, yang tersemat kukuh di hati mukminin dan berulang kali menjadi sebutan di lidah mereka. Mereka berusaha bersungguh-sungguh untuk menanam keimanan di hati umat Islam supaya mengamalkannya dalam setiap kegiatan hidup mereka, supaya hati-hati mereka berpadu di atasnya.

Sekiranya mereka dapat berbuat demikian Allah akan menolong dan membantu mereka serta menunjukkan mereka jalan yang benar dan lurus. Marilah kita beriman dan beramal. Marilah kita berkasih sayang dan bersaudara.

Hala Tuju: Inilah setinggi-tinggi hala tuju yang kita harus berusaha kepadanya. Lantaran itu, Allahlah tujuan kita. Tidak ada suatu yang kita tuju kecuali Allah. Kita beriman kepadaNya. Kita melihat segala sesuatu untuk Dia di dalam hidup kita. Kita beribadah kepadaNya dengan sepenuh hati.

Kita mencari keredhaanNya dalam setiap usaha kita dari sekecil-kecil perkara hingga kepada sebesar-besarnya dalam setiap kegiatan hidup kita dengan penuh ketulusan dan keikhlasan yang sempurna serta benar-benar yakin bahawa disitulah terletaknya kebahagiaan yang sejati, hidayah yang hakiki dan kejayaan yang sebenar.

“Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.” AzZaariyat: 50

Tugas dan Kepentingannya adalah besar dan agung yaitu memimpin dunia, mengajar seluruh manusia kepada sistem Islam, cara hidup Islam dan ajaran yang baik di mana manusia tidak mungkin bahagia tanpanya. Tugas ini bukan tugas juz ‘iah, bukan separuh-separuh dan bukan sebahagian-bahagian. Bukan hanya untuk mencapai tujuan-tujuan sebatas politik, sosial dan ekonomi saja. Bukan juga hanya untuk satu tempat atau satu daerah tertentu. Bukan juga terbatas kepada satu bangsa dan tanahair yang tertentu.

Tetapi, ia satu tugas agung yang meliputi setiap aspek kehidupan demi kebaikan yang paling sempurna dan paling bahagia kepada seluruh manusia, bahkan bagi seluruh makhluk Allah karena sesungguhnya Rasullah itu diutus untuk membawa rahmat ke seluruh alam.

Balasannya sangatlah besar. Selain daripadanya adalah kecil belaka. Segala yang ada dalam kehidupan kita di dunia, semua nikmat, harta benda, kekuasaan, kesenangan dan kemewahan semuanya kecil belaka. Balasannya di sana adalah syurga yang seluas langit dan bumi.

Di dalamnya disediakan apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas oleh fikiran. Di sana kita akan bersama dengan para anbiya’, para siddiqin, para syuhada’ dan para salihin kerana merekalah sebaik-baik sahabat. Kita akan selamat dari azab neraka yang bahan bakarnya terdiri dari batu dan manusia. Kemuncak dari itu semua ialah ‘keredhaan Allah’.

“Dan keredhaan Allah adalah lebih benar, itu adalah keberuntungan yang besar.” At Taubah :72

1.1 Tabiat Jalan Dakwah:

“Aliif Laam Miim. Adakah manusia menyangka bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan kami telah
beriman sedangkan mereka tidak diuji. Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Lantaran itu Allah mesti mengetahui orang-orang yang benar dan orang-orang yang berdusta.”. Al-Ankabut: 1-3

Jalan dakwah tidak ditaburi dengan bunga-bunga, tetapi merupakan satu jalan yang susah dan panjang. Kerana sesungguhnya antara yang hak dengan batil ada pertentangan yang nyata. Ia memerlukan kesabaran dan ketekunan memikul bebanan yang berat. Ia memerlukan kemurahan hati, pemberian dan pengorbanan tanpa mengharapkan hasil yang segera tanpa putus asa dan putus harapan. Yang diperlukan ialah usaha dan kerja yang berterusan dan hasilnya terserah kepada Allah di waktu yang dikehendakiNya.

Mungkin anda tidak akan dapat melihat natijah serta hasilnya ketika anda masih hidup. Sesungguhnya kita hanya disuruh beramal dan berusaha, tidak disuruh melihat hasil dan buahnya.

Sesungguhnya apa yang akan ditemui oleh para duat di jalan Allah adalah gangguan dan tekanan dari golongan taghut dan musuh-musuh Allah yang mau menghapuskan mereka, memusnahkan dakwah mereka atau menghalang mereka dari berdakwah. Itu adalah lumrah yang telah berlaku berulang kali di zaman ini. Semuanya didorong oleh rasa takut golongan taghut. Mereka takut kuasa mereka yang berdiri di atas dasar kebatilan akan musnah apabila yang hak bangun dan tegak untuk menghapuskan kebatilan.

“Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil, lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap.”Al-Anbiyaa’: 18

Bagi menghalakan terkaman dan cengkaman kuku besi mereka ke atas dakwah al-hak dan para pendokong dakwah, mereka terlebih dahulu akan mereka-reka pelbagai tuduhan yang paling keji
dan dusta itu kemudianya dilemparkan kepada para pendokong dakwah.

Mereka gambarkan kepada manusia bahawa para pendokong dakwah adalah musuh negara dan musuh orang ramai supaya orang ramai bangun menentang mereka seperti apa yang dilakukan oleh Firaun dan para pembesarnya terhadap Nabi Musa.

“Dan berkatalah Firaun (kepada pembesar-pembesarnya): Biarlah aku membunuh Musa dan hendaklah dia memohon kepada Tuhannya, kerana sesungguhnya aku khuatir dia akan menukar agamamu atau
menimbulkan kerusakan dimuka bumi”.Al-Mukmin: 26

Subhanallah, Maha Suci Allah. Demikianlah sikap Firaun dan pembesar-pembesarnya, sikap pengikut-pengikut Firaun di zaman itu ataupun di zaman ini. Nabi Musa dituduh sebagai perusak dan Firaun dianggap sebagai pembela bangsa dan memelihara kepentingannya.

Pembesar-pembesar Firaun menghasut Firaun supaya menentang Musa dan kaumnya serta menakut-nakutkan Firaun akan perbuatan Musa. Lalu Firaun menenangkan fikiran mereka dengan menyatakan bahawa dia akan mengawasi Musa:

“Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Firaun (kepada Firaun): Apakah kamu akan membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?

Firaun menjawab : Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka, sesungguhnya kita berkuasa penuh ke atas mereka”. Al-A’raaf: 127

1.2 Balasan Baik Bagi Orang-orang Yang Bertakwa:

Namun, semua itu tidak melemahkan iman Musa dan kaumnya. Musa mewasiatkan kepada mereka
supaya bersabar dan memohon pertolongan dari Allah s.w.t. dan menggembirakan mereka serta menenangkan hati mereka dengan mengingatkan bahawa bumi ini kepunyaan Allah. Dia pasti akan
mempusakakannya kepada hamba-hambanya yang bertakwa.

“Musa berkata kepada kaumnya: Mohonlah pertolongan dari Allah dan bersabarlah, sesungguhnya bumi ini kepunyaan Allah, dipuskakannya kepada sesiapa yang dikhendakiNya dari hamba-hambaNya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa” AlA’raaf: 128

Jadi jalan dakwah, walau bagaimana pun susahnya, deritanya dan pahit akibatnya, tetapi terjamin
hasilnya.

“Kami selalu berkewajipan menolong orang-orang yang beriman ” Ar-Rum: 17

1.3 Inilah Marhalah (Peringkat) Dari Jalan Dakwah

Islam di Timur telah berjalan di atas dakwah Islam, telah membangun satu kebudayaan yang tiada
tolok bandingnya, kemudian tidur nyenyak lalu kehilangan mutiara dakwah di dalam hidup manusia. Lantaran itu mereka kehilangan segala kekuasaan dan segala kehebatannya. Bumi mereka telah dijajah oleh bangsa-bangsa jahiliah. Kekayaan mereka telah dirampas dan dirompak. Jihad dan perundangan Islam telah disembunyikan. Lebih dari itu, akhlak Islam telah disorokkan.

Hancur berderailah segala kemuliaan lalu diganti dengan ananiah (individualistik) dan kekacauan.
Mudahlah kekufuran dan keingkaran mengambil jalannya tanpa rintangan dan halangan. Tetapi
Allah Taala yang Maha Suci telah menyediakan sebab musabab untuk kebangkitan Islam di Timur
itu dari tidur, kebangkitan Islam yang baru di zaman baru ini.

Dalam kebangkitan arus Islam yang kuat ini maka lahirlah ‘Jamaah Ikhwanul Muslimin’ dan beberapa jamaah Islam di seluruh dunia terutamanya di dunia Islam. Imam As-Syahid Hassan Al-Banna dengan Ikhwanul Muslimin melalui jalan yang telah dilalui Rasulullah s.a.w. Alangkah banyaknya persamaan di antara marhalah-marhalah dakwah yang dihayati oleh Islam di zaman sekarang dengan marhalah permulaan dakwah Islam di zaman Rasulullah s.a.w.

Islam telah menjadi asing dan jahiliah terus berleluasa. Para pendokong dakwah ditindas, diperkotak-katikkan serta dikepung dari segenap penjuru untuk dihancur leburkan.

Samalah keadaannya dahulu di mana musuh-musuh dakwah Islam dipimpin oleh golongan musyrikin di Semenanjung Tanah Arab, para penyembah api di negara besar seperti Parsi (Iran) di sebelah Timur dan kerajaan raksaksa Romawi di sebelah Barat bersama Yahudi.

Demikian juga halnya musuh-musuh dakwah Islam di hari ini yang dipimpin oleh golongan komunis di sebelah Timur dan golongan Kristian dan Zionism dari negara sebelah Barat yang sekular. Jahiliah moden ini disertai pula oleh boneka-boneka dari kalangan muslimin yang telah diracuni hati dan fikiran mereka oleh jahiliah moden. Malah mereka lebih kejam dan lebih sesat dari jahiliah di zaman permulaan dakwah Islam di zaman Muhammad s.a.w.

Ini semua memberi peringatan kepada kita bahawa muslimin di zaman Rasulullah s.a.w itu sentiasa bertahan dan bersabar sehinggalah Allah menolong mereka, menghina para pendokong syirik, kufur
dan jahiliah serta mengalahkan mereka. Lalu berkibar dan berkuasalah kalamullah. Jatuh dan lemahlah kalimah kufur.

Demikianlah yang kita harapkan dan kepadanyalah kita berusaha InsyaAllah. Sesungguhnya kita
akan melihat kebangkitan dakwah Islam setelah ia menurun. Pada masa yang sama, budaya
materialistik dan jahiliah mula menurun setelah naik. Tanda-tanda yang nyata menjelma di dalam
kesedaran Islam yang baru, yang mengambil tempat di hati umat Islam seluruhnya, terutamanya di
kalangan pemuda-pemudi Islam.

Kebangkitan Islam kembali semula dan arus dakwah Islam menjalar di kalangan generasi baru di kalangan putera-puteri Islam untuk menghayati Islam dengan minat yang sungguh-sungguh dan benar di dalam usaha-usaha Islam, dengan Islam dan untuk Islam.

Tanda-tanda keruntuhan budaya jahiliah yang kafir itu semakin nyata dan terang apabila kita memerhatikan bagaimana gelombang keruntuhan akhlak melanda pemuda-pemuda para pendokong budaya kebendaan yang jahiliah itu.

Ini adalah merupakan berita baik dan menggembirakan di mana peralihan pimpinan manusia akan berlaku. Pimpinan jahiliah yang bertuhankan manusia akan tamat dan pimpinan dunia akan dikembalikan kepada Islam sekali lagi. Daulah Islam sejagat akan bangkit kembali dengan izin Allah
Taala yang Maha Kuasa supaya dunia berbahagia dengan agama yang hakiki dan lurus itu.

1.4 Wasilah dan Langkah-langkah:

Wasilah-dan langkah-langkah umum dalam dakwah tidak berubah, tidak bertukar ganti dan tidak melampui tiga perkara ini:-
1) Iman yang amiq; (Iman yang mendalam.)
2) Takwin daqiq; (Pembentukan yang rapi dan teliti)
3) Amal mutawasil; (usaha dan amal yang berterusan).

Dengan wasilah-wasilah inilah, amal dan usaha yang berterusan tetapi beransur-ansur mewujudkan serta membentuk individu, rumahtangga dan masyarakat yang muslim. Dari situ dapatlah disediakan  dasar dan asas Islam yang teguh dan kuat untuk menegakkan pemerintahan Islam (daulah Islam) di sebuah negara umat Islam lalu dicantumkan dengan daulah-daulah Islam di seluruh dunia untuk membangunkan daulah Islam sedunia yaitu kekuasaan Islam yang merangkumi seluruh dunia Islam yang bersatu di bawah satu Khilafah Islamiah.

Ia bertanggungjawab untuk memimpin seluruh dunia, menjadi guru dunia dan mengarahkan perjalanannya demi kebahagiaan seluruh manusia dengan ayat-ayat Allah sehingga tiada lagi fitnah dan agama itu seluruhnya hanya untuk Allah.

“Sehingga tidak ada lagi fitnah dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka ” Al-Baqarah: 193

Sebagaimana berjalannya wasail iman, takwin, pembentukan dan amal usaha itu, berganding bahu antara satu sama lain, begitu jugalah setiap langkah awal dalam penyediaan ke arah pembentukan
individu muslim, pembangunan rumahtangga-rumahtangga Islam dan penyebaran dakwah Islam di
tengah-tengah masyarakat manusia, semuanya mestilah berjalan serentak dan berganding bahu.

Melalui jalan dakwah, tidak sah dan tidak benar kalau kita mengambil jalan ringkas lalu kita menghadkan wasilah dan langkah-langkah kita atau kita mengambil sebahagian dengan anggapan bahwa yang sebahagian itu sudah memenuhi tujuan kita dan dapat menyempurnakan tugas kita.

Sesungguhnya tidak ada iman tanpa amal dan pembentukan. Tidak ada masyarakat tanpa anggota
yang muslim dan rumahtangga-rumahtangga Islam. Merekalah tiang-tiang yang akan membangunkan pemerintahan Islam.

Kelalaian dalam mengukuhkan dasar dan memancangkan asas-asas yang teguh dan tiang-tiang yang kuat itu merupakan satu tindakan yang membahayakan, yang mungkin membawa kepada keadaan yang terbalik atau songsang. Setiap waktu dan usaha yang dicurahkan untuk meletakkan asas sebuah bangunan tidak boleh dianggap sia-sia dan tidak boleh dihentikan selagi belum nampak sebarang hasil di permukaan bumi, kerana bangunan yang besar memerlukan waktu yang panjang dan usaha yang gigih untuk menyiapkan asas dan konkritnya.

Adakah di sana sesuatu yang lebih besar dari usaha membangunkan daulah Islam sedunia yang mampu memimpin dunia memandu seluruh manusia kepada nur dan cahaya Islam yang sempurna dan menyempurnakan itu?

Alangkah indahnya apa yang dikatakan oleh Imam as-Syahid Hassan Al-Banna tatkala beliau mengarahkan ucapannya kepada golongan yang gopoh, yang cepat ingin memetik buah dakwah sebelum masak;

“Hai Ikhwanul muslimin terutama yang tergesa-gesa dari kamu. Dengarkanlah daripadaku satu kalimah
yang tinggi yang berkumandang dari atas mimbar ini di dalam muktamar umum ini. Sesungguhnya jalan kamu ini adalah yang telah digariskan langkah-langkahnya, ditentukan batas-batasnya dan aku tidak mahu melanggar batas-batas itu. Aku telah yakin dengannya. Keyakinan yang sebenar-benarnya, bahawa itulah jalan yang paling selamat untuk mencapai tujuannya.

Ya… boleh jadi ia satu jalan yang panjang, tetapi di sana tidak ada jalan lain selain itu. Sifat kelakian
tidak akan lahir kecuali dengan keberanian, ketekunan, kesungguhan dan amal usaha yang serius dan
berterusan. Barangsiapa dari kalangan kamu yang hendak cepat dan gopoh memetik buah sebelum masak atau hendak memetik hasil sebelum masanya, maka aku tidak bersama dengannya sama sekali dan lebih baik baginya meninggalkan dakwah ini dan carilah dakwah yang lain.

Barangsiapa yang bersabar bersama aku sehingga berkembang dan membesar benih itu lalu tumbuh pokoknya, baik buahnya sehingga tiba waktunya untuk dipetik dan diambil, maka ganjarannya terserahlah kepada Allah semata-mata. Kita dan dia tidak boleh lari dari dua kebaikan ini. Sama ada kita menang dan berkuasa atau mati syahid dan berbahagia”.

Iklan

5 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. subhanallah … isinya luar biasa cukup lengkap dan bagus.
    tapi untuk kurikulum materinya koq gak bisa didownload ya akh…
    syukron

  2. Sebagian sudah bisa di download, dan sebagian untuk wilayah materi masih dalam tahap pertimbangan, karena akan ada rencana di taruh di materi-tarbiyah.co.cc, tunggu aja insya Allah akan segera, doakan ..

  3. aslmkm.

    kira-kira kapan bisa kita download dari materi-tarbiyah.co.cc?

    syukron

  4. Insya Allah semua dalam persiapan kemarin sore, 21 – 3 – 2009 kita baru saja menerima +/- 20 GB (setara 4 dvd) berisikan materi materi / conten yang insya Allah akan disediakan di materi-tarbiyah.co.cc, akan tetapi semua masih dalam proses, karena kesibukan kami yang tidak hanya membackup informasi dakwah di pksonline.co.cc tetapi juga lainnya, terutama di masa kampanye saat ini, akan tetapi insya Allah akan di usahakan secepatnya di tengah keterbatasan waktu dan tentunya BANDWITH Upload, tetapi terima kasih atas atensinya.

    PKSOnline.co.cc
    materi-tarbiyah.co.cc

  5. subhanallah,
    syukron atas ilmu nya,
    tapi ana cari manhaj siyasi kok tak ada??!!!
    klo ada tolomg di publish ya!!!
    Syukron


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: